10 HAL YANG HARUS DIHINDARI DALAM BERBISNIS E-COMMERCE

10 HAL YANG HARUS DIHINDARI DALAM BERBISNIS E-COMMERCE

Jika Anda mulai berpikir untuk menjadi seorang pebisnis dalam bidang e-commerce, jangan sampai Anda melewatkan beberapa tips berbisnis e-commerce yang sangat penting untuk diperhatikan. Langkah memulai bisnis e-commerce mungkin akan terasa sulit di awalnya, namun jangan khawatir. Jika Anda tekun menekuninya dan pantang menyerah, pastinya Anda akan terhindar dari beberapa kesalahan dalam berbisnis e-commerce. Maka dari itu, simaklah 10 hal yang harus dihindari dalam berbisnis e-commerce, terutama bagi para pemula.

 

  1. Tidak fokus dan terlalu banyak ide

Sebagai pebisnis pemula, tampaknya orang akan cenderung untuk memiliki impian yang besar di banyak bidang, tanpa mempertimbangkan apakah semua hal tersebut mungkin untuk diwujudkan. Ketimbang untuk memikirkan terlalu banyak ide yang mungkin impossible, lebih baik berfokus untuk memastikan pelanggan – pelanggan utama Anda mendapatkan pelayanan terbaik.

 

  1. Tidak konsisten dalam menjalankan bisnis

Kekonsistenan merupakan hal yang harus dimiliki dalam berbisnis online. Jika seorang pebisnis online yang baru memulai usaha bersikap tidak konsisten dan mudah berpindah haluan, maka bisnis apapun yang baru dijalankan tersebut tidak akan dapat berkembang.

 

  1. Bekerja bukan bidang keahliannya

 

Terkadang orang hanya ingin berbisnis berdasarkan intuisinya saja, tanpa mempertimbangkan apakah bidang e-commerce yang ingin dijalankan tersebut sudah sesuai dengan keahliannya atau tidak. Hal itulah yang akan membuat e-commerce tidak berkembang.

  1. Tidak memperhatikan suara konsumen/pelanggan

 

Jika seorang pebisnis mengabaikan keinginan pelanggan dan hanya berfokus untuk menjalankan ide bisnisnya, maka ia telah melakukan kesalahan besar. Bagaimanapun, pelanggan adalah sumber penghasilan dari bisnis e-commerce tersebut yang seharusnya diperhatikan.

 

  1. Tidak memberikan inovasi

Persaingan bisnis yang ketat dalam dunia e-commerce akan sangat sulit dimenangkan apabila Anda tidak menghadirkan produk yang baru atau tidak menghadirkan inovasi apapun dari yang sudah ada sebelumnya. Pelanggan akan lebih tertarik jika ada sesuatu yang baru, baik dalam hal fitur, produk, kemudahan, ataupun yang lainnya.

 

  1. Tidak mempunyai tim kerja

Jangan pernah menyepelekan tim kerja dalam bisnis Anda. Tim kerja yang solid dan berkompeten di bidangnya masing–masing, akan membangun bisnis Anda menjadi bisnis yang berkembang dan sukses.

  1. Tidak memaksimalkan sosial media

Kekuatan sosial media terutama dalam bidang pemasaran, tidak dapat diragukan lagi. Pemula bisnis e-commerce yang tidak menggunakan sosial media sebagai sarana pemasaran yang baik, akan kehilangan kesempatan untuk mengembangkan bisnisnya dengan sukses.

 

  1. Tidak tahu dimana mencari pelanggan

Pelanggan yang potensial untuk bisnis e-commerce anda seharusnya dimanfaatkan sebagai ladang sumber pendapatan anda. Jika seorang pebisnis tidak tahu dimana mencari pelanggannya, maka ia akan salah menerapkan strategi juga untuk perkembangan bisnisnya tersebut.

 

  1. Bersikap pesimis dan mudah menyerah

 

 

Keyakinan dan semangat juang yang tinggi sangat diperlukan oleh pebisnis pemula dalam e-commerce. Jika dari awal saja sudah setengah hati dan mudah menyerah dalam menghadapi setiap masalah, maka bisnis tersebut tidak akan berkembang dengan baik.

 

  1. Hanya mengandalkan intuisi dan perasaan untuk berinovasi

Tidak semua hal dapat berjalan sesuai dengan rencana, apalagi bila hanya mengandalkan intuisi dan perasaan. Untuk mengembangkan sebuah bisnis dan menjalankannya agar bisa sukses, dibutuhkan juga ilmu pengetahuan, strategi, serta saran dan pengalaman dari orang lain. Banyaklah belajar dari kisah sukses orang lain sebagai referensi untuk mengembangkan bisnis Anda.

Hindarilah hal – hal tersebut dan pelajarilah seputar digital marketing dengan baik. Apalagi di era digital marketing saat ini yang semuanya serba digital, maka kita pun harus membekali diri dengan sebaik mungkin jika berkecimpung di dunia e-commerce. Digital marketing dan e-commerce sangat erat kaitannya. Dengan belajar digital marketing Anda akan mengetahui apa saja yang harus dilakukan untuk e-commerce Anda.

Mau belajar seputar digital marketing? International Design School (IDS) punya program khusus digital marketing yang bisa dicoba. Selengkapnya bisa cek di http://www.idseducation.com/ atau bisa cek di Instagram atau facebook kita di Idseducationcom

 

Source:

1   2    3

 

 

5 Cara Membuat Video Stop Motion

5 Cara Membuat Video Stop Motion

5 Cara Membuat Video Stop Motion

Membuat video stop motion adalah cara yang paling tepat untuk menggabungkan hasratmu dalam fotografi dan videografi secara bersamaan. Video stop motion adalah cara yang menyenangkan dan tren untuk dilakukan. Jika kamu mengetahui film-film yang dilakukan oleh LEGO, kamu juga sekarang bisa melakukannya.

Penasaran apa yang harus kamu lakukan untuk membuat video stop motion? Berikut caranya:

  1. Menentukan konsep

Sebuah video stop motion dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai subyek, orang, mobil-mobilan, mainan, dan sebagainya. Dalam tahap ini, lakukan brainstorm untuk menentukan visual seperti apa yang ingin kamu buat. Setiap elemen dalam visual tersebut akan menjadi penting karena menceritakan suatu cerita.

 

  1. Membuat storyboards

Hal terpenting untuk membuat video stop motion adalah dengan membuat rencana melalui storyboards. Tanpa perencanaan yang jelas, kamu akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mengambil gambar karena tidak tahu alur ceritanya. Rencana juga memudahkanmu ketika sudah memiliki banyak gambar karena yang kamu lakukan hanya tinggal menyusunnya mengikuti storyboards yang sudah kamu buat.

 

  1. Mengambil gambar

Dalam pengambilan gambar jangan melakukan proses editing untuk setiap gambar yang kamu ambil karena akan memakan waktu lama. Sebaliknya, ambil saja gambar sebanyak mungkin sesuai storyboards karena konsep dari stop motion adalah gabungan dari banyaknya gambar. Jangan lupa untuk menggunakan format manual dari kamera karena jika menggunakan auto, bisa saja ada pengaturan yang berubah dan tidak sama antar foto. Pastikan juga kamera sudah berdiri dan tidak bergoyang, karena sedikit saja ada goyangan, mungkin akan merusak perencanaan atau cerita dari setiap gambar.

 

  1. Tambahkan audio untuk menambahkan emosi dan kesinambungan cerita

Pilihlah audio yang tepat! Ada audio yang hanya bisa menjadi musik saja, ada juga audio yang malah menambah nilai dari suatu adegan. Tetapkan fungsi dari audio itu dalam setiap adegan, apakah menjadi narasi atau hanya sebuah suara saja.

 

  1. Edit video stop motion

Nah, dalam melakukan proses editing, entah menggunakan aplikasi apapun, lakukan dengan mempertimbangkan setiap timing dan langkah dari obyek dalam gambar. Lihat kembali storyboards yang kamu buat, musik yang kamu pilih dan kamu sudah menyelesaikan video stop motion kamu. Banyak berbagai software yang bisa membantu kamu dalam hal mengedit video stop motion, seperti Adobe Premiere, Adobe Flash, Jelly Cam,Pivot Animator, dan  qStopMotion.

Bagaimana? mudah kan membuat stop motion? nah, tunggu apalagi? buatlah hasil kreasimu sendiri dan buktikan kalau kamu punya bakat yang luar biasa. So, buat kamu yang mau tahu lebih banyak lagi soal teknik dan cara-cara mengedit video menggunakan sofware-software yang lebih expert lainnya? yuk asah bakat dan kemampuan yang kamu miliki di IDS | International Design School. Langsung aja cek di instagram, facebook atau  website kita di www.idseducation.com

 

Sumber artikel

1  2  3

 

 

Disclaimer for INFO BANUA

Disclaimer for INFO BANUA

If you require any more information or have any questions about our site’s disclaimer, please feel free to contact us by email at http://infobanua.com/contact.

Disclaimers for http://infobanua.com:

All the information on this website is published in good faith and for general information purpose only. http://infobanua.com does not make any warranties about the completeness, reliability and accuracy of this information. Any action you take upon the information you find on this website (http://infobanua.com), is strictly at your own risk. http://infobanua.com will not be liable for any losses and/or damages in connection with the use of our website.

From our website, you can visit other websites by following hyperlinks to such external sites. While we strive to provide only quality links to useful and ethical websites, we have no control over the content and nature of these sites. These links to other websites do not imply a recommendation for all the content found on these sites. Site owners and content may change without notice and may occur before we have the opportunity to remove a link which may have gone ‘bad’.

Please be also aware that when you leave our website, other sites may have different privacy policies and terms which are beyond our control. Please be sure to check the Privacy Policies of these sites as well as their “Terms of Service” before engaging in any business or uploading any information.

Consent

By using our website, you hereby consent to our disclaimer and agree to its terms.

Update

This site disclaimer was last updated on: Friday, November 17th, 2017
· Should we update, amend or make any changes to this document, those changes will be prominently posted here.


Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!